Too Big to Fail Companies – Bahasa Indonesia

About “too big to fail” companies
A post by a good friend in Indonesian.

Forward from : Sulistya Putra

Too Big To Fail Companies – Benarkah?

Kebanyakan orang menganggap perusahaan2 raksasa teknologi seperti Google, Facebook, Amazon, Alibaba, Uber dll adalah perusahaan yg “terlalu besar untuk tumbang”.

Benarkah?

Jika tidak ada teknologi Blokchain, bisa jadi benar. Perusahaan2 raksasa itu “Too Big To Fail”.

Namun dgn berkembangnya teknologi Blockchain, saat ini banyak pihak sedang membuat Blockchain Disruption pada para Digital Disruption terbesar saat ini.

Blockchain-based Cloud Service yg menghubungkan “sisa resources” yg tak terpakai di banyak node data centre dan server sedunia menjadi ancaman serius untuk Google Cloud, Amazon Web Services, dan Alibaba Cloud.

Dengan metode yg sama, maka search engine baru berbasis Blockchain yg menyimpan koleksi data terdesentralisasi di berbagai server sedunia otomatis menjadi disruption serius untuk Google, Bing, Yahoo dan search engine besar yg konvensional.

Facebook dan Instagram pun bisa ditumbangkan oleh aplikasi media sosial serupa yg terdesentralisasi berbasis Blockchain.

Orang2 lebih suka pakai search engine generasi baru dan medsos generasi baru berbasis blockchain karena berpotensi menambah income dgn sharing resources server yg tidak terpakai (monetize space & resources).

Demikian pula aplikasi transportasi online yang peer-to-peer antara pengguna dan driver tanpa perantaraan perusahaan pengelola akan menumbangkan layanan terpusat seperti Uber, Grab dan Gojek.

Alibaba yang baru suntik Tokopedia 14 Trilyun, Tencent yg akan suntik Gojek 16,2 Trilyun, semua sangat mungkin digantikan dengan toko online terdesentralisasi berbasis blockchain.

Jadi apakah “Too Big To Fail” companies itu masih berlaku?

Jakarta, 4 September 2017
Sarapan pagi bersama Sulistya Putra

Credit to Sulista Putra, Facebook : Sulisya Putra

Share this article

Leave a comment

Related Posts